Bacaan talbiyah adalah doa yang sering dikumandangkan oleh jemaah haji dan umrah sebagai bentuk pemenuhan panggilan Allah.
Tetapi di Indonesia, bacaan talbiyah ini sering “dinyanyikan” dengan langgam yang rentan menjadi kesalahan, karena “menyambung” kalimat “wal mulka la” sehingga terdengar seperti “wal mulka lak” (karena sebelum kalimat tersebut ada kalimat “wan nikmata lak“). Konsekuensinya, kalimat berikutnya menjadi “syariika lak” yang berarti “sekutu bagiMu” (tuhan), karena “LA” (tiada)-nya sudah diambil oleh kalimat sebelumnya menjadi “LAK” (laka = bagiMu).
Berikut adalah bacaan talbiyah yang seharusnya:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ.
Latin:
Labbaikallaahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syariika laka.
Artinya:
“Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milik-Mu, begitu juga seluruh kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu.”
Bagi jamaah yang ikut “menyanyikan” bacaan talbiyah ini, hati-hati ya… beri sedikit jeda setelah “wal mulk”, lalu jadikan “la syariika lak” sebagai kalimat yang utuh.
Wallahu a’lam bishowab…