{"id":2297,"date":"2026-06-26T09:23:10","date_gmt":"2026-06-26T02:23:10","guid":{"rendered":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/?p=2297"},"modified":"2026-06-26T11:14:55","modified_gmt":"2026-06-26T04:14:55","slug":"mengenal-nabi-muhammad-saw-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/","title":{"rendered":"Mengenal Nabi Muhammad SAW (3)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disusun oleh: <strong>Bang Harta<\/strong> (<a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\">Gapura.web.id\/Islam<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Artikel ini dibuat untuk menyajikan fakta sejarah dan ilmiah tentang Nabi Muhammad SAW secara ringkas, dihimpun dari berbagai sumber\/kitab yang masyhur dan muktabar (diakui).<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw\/\">Artikel 1<\/a><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw\/#tanggal_lahir\">Tanggal Lahir<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw\/#nabi_isa\">Jarak dari Nabi Isa AS<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw\/#tempat_lahir\">Tempat Lahir<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw\/#wafat\">Tempat dan Waktu Wafat<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw\/#umur\">Umur Nabi<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw\/#sebab_wafat\">Penyebab Wafat<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-2\/\">Artikel 2<\/a><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-2\/#silsilah\">Silsilah Hingga Nabi Ismail AS<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-2\/#silsilah_ibu\">Silsilah Jalur Ibu<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-2\/#orang_tua\">Orang Tua Nabi<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-2\/#keluarga\">Keluarga Dekat Nabi<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-2\/#kerabat\">Kerabat Nabi Lainnya<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/\">Artikel 3<\/a><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/#istri\">Istri-Istri Nabi<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/#anak\">Anak-Anak Nabi<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/#cucu\">Cucu-Cucu Nabi<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-4\/\">Artikel 4<\/a><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-4\/#sahabat\">Sahabat Nabi Yang Populer<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-4\/#fisik\">Ciri Fisik &amp; Kebiasaan Nabi<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-4\/#perang\">Daftar Perang<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-4\/#rujukan\">Sumber Rujukan<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"istri\" class=\"wp-block-heading\">Istri-Istri Nabi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para istri Nabi Muhammad SAW dikenal dengan sebutan <strong>Ummahatul Mukminin<\/strong> (Ibunda orang-orang beriman). Secara historis, mayoritas ulama sirah (seperti yang dicatat dalam <em>Ar-Rahiq Al-Makhtum<\/em> dan <em>Zadul Ma&#8217;ad<\/em>) sepakat bahwa jumlah istri yang pernah dinikahi dan berkumpul bersama beliau adalah <strong>11 orang<\/strong> (2 wafat sebelum beliau, dan 9 mendampingi hingga beliau wafat).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap pernikahan Rasulullah SAW memiliki dimensi sosial, dakwah, hukum Islam, serta politik demi menyatukan suku-suku Arab, dan <strong>bukan karena alasan syahwat murni<\/strong> (terbukti sebagian besar adalah janda tua).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah rincian silsilah, waktu, serta sebab pernikahan 11 Ummahatul Mukminin:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Khadijah binti Khuwailid RA<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Asal\/Keturunan:<\/strong> Putri dari Khuwailid bin Asad (dari suku Quraisy, garis nasabnya bertemu dengan Nabi di kakek bernama Qushay). Beliau adalah janda dari Abu Halah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Menikah:<\/strong> Sebelum kenabian, sekitar tahun <strong>595 M<\/strong> (Nabi usia 25 tahun, Khadijah usia 40 atau 28 tahun menurut riwayat lain).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Pernikahannya:<\/strong> Faktor kepribadian dan keluhuran akhlak. Khadijah kagum dengan kejujuran Nabi (<em>Al-Amin<\/em>) saat mengelola bisnis dagangnya. Beliau adalah istri pertama, penyokong dakwah terbesar, dan melahirkan seluruh anak Nabi kecuali Ibrahim. Nabi tidak berpoligami selama Khadijah hidup.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Saudah binti Zam&#8217;ah RA<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Asal\/Keturunan:<\/strong> Keturunan suku Quraisy dari garis Bani Amir bin Lu&#8217;ay. Janda dari Sakran bin Amr.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Menikah:<\/strong> Bulan Ramadhan, tahun ke-10 kenabian (<strong>3 tahun sebelum Hijrah<\/strong> \/ sekitar 620 M), tidak lama setelah Khadijah wafat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Pernikahannya:<\/strong> Perlindungan sosial dan kasih sayang. Saudah dan suaminya adalah kelompok awal yang hijrah ke Habasyah. Sepulang dari sana, suaminya wafat. Nabi menikahinya untuk melindunginya dari siksaan keluarganya yang masih kafir, serta untuk membantu mengurus anak-anak Nabi yang masih kecil pasca-wafatnya Khadijah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Aisyah binti Abu Bakar RA<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Asal\/Keturunan:<\/strong> Putri dari sahabat terdekat Nabi, <strong>Abu Bakar Ash-Shiddiq<\/strong> (dari suku Bani Taim). Aisyah adalah satu-satunya istri Nabi yang dinikahi dalam kondisi gadis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Menikah:<\/strong> Akad di Makkah (3 tahun sebelum Hijrah) dan mulai tinggal bersama di Madinah pada bulan Syawal tahun <strong>1 H atau 2 H<\/strong> (623 M).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Pernikahannya:<\/strong> Perintah Allah melalui wahyu\/mimpi Nabi, sekaligus mempererat hubungan strategis keislaman dengan Abu Bakar. Kecerdasan luar biasa Aisyah dipersiapkan untuk menjadi guru besar umat Islam (beliau menjadi salah satu periwayat hadis hukum dan rumah tangga Nabi terbesar).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Hafshah binti Umar bin Khattab RA<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Asal\/Keturunan:<\/strong> Putri dari <strong>Umar bin Khattab<\/strong> (suku Bani Adi). Beliau adalah janda dari Khunais bin Hudzaifah yang gugur pasca-Perang Badar.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Menikah:<\/strong> Bulan Sya&#8217;ban tahun <strong>3 Hijriah<\/strong> (625 M).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Pernikahannya:<\/strong> Memuliakan kedudukan Umar bin Khattab (sebagaimana Abu Bakar). Setelah Hafshah menjanda, Umar sempat menawarkan putrinya kepada Usman dan Abu Bakar namun keduanya menolak dengan halus. Nabi lalu menikahinya untuk menjaga perasaan Umar sekaligus menghormati pengorbanan suaminya yang gugur syahid. Hafshah kelak dipercaya memegang mushaf asli Al-Qur&#8217;an yang pertama.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Zainab binti Khuzaimah RA<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Asal\/Keturunan:<\/strong> Keturunan dari Bani Hilal bin Amir. Dijuluki <em>Ummul Masakin<\/em> (Ibunda orang-orang miskin) karena kedermawanannya. Janda dari Abdullah bin Jahsy yang gugur di Perang Uhud.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Menikah:<\/strong> Bulan Ramadhan tahun <strong>3 Hijriah<\/strong> (625 M).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Pernikahannya:<\/strong> Santunan sosial dan penghormatan. Beliau adalah janda pahlawan Uhud yang hidup kekurangan. Nabi menikahinya untuk menjamin kehidupannya. Namun, beliau hanya hidup bersama Nabi selama 3-8 bulan sebelum akhirnya wafat di Madinah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Ummu Salamah (Hindun binti Abi Umayyah) RA<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Asal\/Keturunan:<\/strong> Keturunan bangsawan Bani Makhzum (suku Quraisy). Janda dari Abu Salamah (sahabat sekaligus saudara sepersusuan Nabi) yang wafat akibat luka Perang Uhud.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Menikah:<\/strong> Bulan Syawal tahun <strong>4 Hijriah<\/strong> (626 M).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Pernikahannya:<\/strong> Santunan anak yatim dan perlindungan hukum. Ummu Salamah menjanda dengan membawa banyak anak kecil dalam kondisi miskin. Nabi meminangnya untuk menanggung nafkah dan mengasuh anak-anak yatim pahlawan Islam tersebut. Beliau dikenal sebagai istri Nabi yang sangat bijaksana dalam memberikan saran politik (seperti saat Perjanjian Hudaibiyah).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Zainab binti Jahsy RA<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Asal\/Kelahiran:<\/strong> Putri dari Amimah binti Abdul Muttalib (artinya, Zainab adalah <strong>sepupu kandung Nabi<\/strong>). Beliau adalah janda cerai dari <strong>Zaid bin Haritsah<\/strong> (mantan budak yang diangkat anak oleh Nabi).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Menikah:<\/strong> Bulan Dzulqa&#8217;dah tahun <strong>5 Hijriah<\/strong> (627 M).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Pernikahannya:<\/strong> Perintah syariat dan penghapusan hukum adat Jahiliyah (ditegaskan langsung dalam Al-Qur&#8217;an Surah Al-Ahzab ayat 37). Pernikahan ini diturunkan Allah untuk mendobrak hukum adat Arab kuno yang menganggap anak angkat sama persis dengan anak kandung (sehingga ayah angkat haram menikahi mantan istri anak angkatnya). Allah menegaskan bahwa mantan istri anak angkat boleh dinikahi setelah mereka bercerai.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Juwairiyah binti Al-Harits RA<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Asal\/Keturunan:<\/strong> Putri dari Al-Harits bin Abi Dirar, <strong>pemimpin kaum Yahudi Bani Musthaliq<\/strong>. Beliau menjadi tawanan perang setelah kaumnya kalah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Menikah:<\/strong> Sya&#8217;ban tahun <strong>5 atau 6 Hijriah<\/strong> (627 M).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Pernikahannya:<\/strong> Strategi dakwah dan pembebasan budak. Juwairiyah mendatangi Nabi untuk menebus dirinya agar merdeka. Nabi menawarkan untuk membayar tebusannya dan menikahinya. Mendengar Nabi menikahi putri pemimpin Bani Musthaliq, para sahabat langsung membebaskan ratusan tawanan perang lainnya karena sungkan menawan kerabat dekat Nabi. Pernikahan ini membuat seluruh suku Bani Musthaliq akhirnya masuk Islam dengan sukarela.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Ummu Habibah (Ramlah binti Abi Sufyan) RA<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Asal\/Keturunan:<\/strong> Putri dari <strong>Abu Sufyan<\/strong> (saat itu adalah pemimpin utama kaum musyrik Makkah yang paling memusuhi Nabi). Janda dari Ubaidillah bin Jahsy yang murtad di Habasyah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Menikah:<\/strong> Tahun <strong>7 Hijriah<\/strong> (628 M).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Pernikahannya:<\/strong> Politik-dakwah dan perlindungan agama. Ummu Habibah adalah muslimah gelombang pertama yang hijrah ke Habasyah (Ethiopia) demi mempertahankan iman. Di sana suaminya murtad dan meninggal, membuatnya terisolasi sendirian di negeri asing. Nabi meminangnya dari jarak jauh lewat perantara Raja Najasyi. Pernikahan ini melindunginya, sekaligus berhasil melunakkan hati ayahnya (Abu Sufyan) terhadap Islam secara politis.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. Shafiyah binti Huyay RA<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Asal\/Keturunan:<\/strong> Putri dari Huyay bin Akhtab, <strong>pemimpin Yahudi Bani Nadzir<\/strong> keturunan langsung dari Nabi Harun AS. Suami keduanya gugur dalam Perang Khaibar dan Shafiyah menjadi tawanan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Menikah:<\/strong> Pasca Perang Khaibar, tahun <strong>7 Hijriah<\/strong> (628 M).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Pernikahannya:<\/strong> Rekonsiliasi politik dan memuliakan keturunan nabi terdahulu. Nabi memberikan pilihan kepada Shafiyah: dibebaskan untuk kembali ke sukunya atau memeluk Islam dan dinikahi Nabi. Shafiyah memilih Islam. Pernikahan ini meredam ketegangan sisa-sisa konflik antara umat Islam dengan komunitas Yahudi di Madinah utara.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">11. Maimunah binti Al-Harits RA<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Asal\/Keturunan:<\/strong> Keturunan dari Bani Hilal. Beliau adalah janda dari Abu Ruhm bin Abdul Uzza, sekaligus bibi dari sahabat terkemuka Ibnu Abbas dan panglima Khalid bin Walid.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Menikah:<\/strong> Bulan Dzulqa&#8217;dah tahun <strong>7 Hijriah<\/strong> (629 M), saat Nabi melakukan Umrah Qadha.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Pernikahannya:<\/strong> Aliansi suku dan dakwah. Pernikahan ini dijembatani oleh paman Nabi, Abbas bin Abdul Muttalib. Dengan menikahi Maimunah, Nabi berhasil mengikat tali kekerabatan yang kuat dengan Bani Hilal (suku besar di Nejd) sehingga banyak dari mereka yang berbondong-bondong masuk Islam setelahnya. Beliau menjadi wanita terakhir yang dinikahi oleh Rasulullah SAW.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Catatan Sejarah:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain 11 istri di atas, ada <strong>Mariah Al-Qibthiyah<\/strong>, seorang wanita Kristen Koptik yang dihadiahkan oleh penguasa Mesir (Muqawqis) kepada Nabi pada tahun 7 H. Status Mariah dalam fikih sejarah dikategorikan sebagai <em>Mariyah Al-Surriyah<\/em> (budak yang dinikahi\/halal digauli), namun beliau sangat dimuliakan layaknya istri Nabi dan melahirkan putra bungsu Nabi yang bernama Ibrahim.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"anak\" class=\"wp-block-heading\">Anak-Anak Nabi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nabi Muhammad SAW dikaruniai <strong>7 orang anak<\/strong> (3 laki-laki dan 4 perempuan). Dari ketujuh anak tersebut, <strong>6 anak lahir dari rahim istri pertama beliau, Khadijah binti Khuwailid RA<\/strong>, dan <strong>1 anak laki-laki lahir dari Mariah Al-Qibthiyah<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semua anak laki-laki Nabi wafat saat masih balita, sedangkan anak-anak perempuan beliau hidup hingga dewasa dan masuk Islam. Namun, hampir seluruh anak beliau wafat mendahului Nabi SAW, kecuali putri bungsu beliau, Fatimah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah rincian silsilah, usia, waktu, serta sebab wafatnya putra-putri Rasulullah SAW berdasarkan kitab <em>Ar-Rahiq Al-Makhtum<\/em> dan <em>Al-Bidayah wan Nihayah<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Al-Qasim bin Muhammad<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Ibunda:<\/strong> Khadijah binti Khuwailid RA.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Urutan Lahir:<\/strong> Anak sulung (laki-laki pertama). Karena dialah Nabi mendapat kunyah (julukan) <em>Abu Al-Qasim<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Wafat &amp; Usia:<\/strong> Wafat sebelum masa kenabian di Makkah, dalam usia sekitar <strong>2 tahun<\/strong> (sebagian riwayat menyebut baru bisa berjalan).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Wafat:<\/strong> Sakit di masa balita (kematian alami anak-anak).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Zainab binti Muhammad<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Ibunda:<\/strong> Khadijah binti Khuwailid RA.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Urutan Lahir:<\/strong> Anak perempuan tertua. Beliau menikah dengan sepupunya, Abul &#8216;Ash bin ar-Rabi&#8217;.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Wafat &amp; Usia:<\/strong> Wafat pada tahun <strong>8 Hijriah (630 M)<\/strong> di Madinah, dalam usia sekitar <strong>30 tahun<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Wafat:<\/strong> Komplikasi luka parah akibat keguguran. Saat hijrah dari Makkah ke Madinah, unta yang ditunggangi Zainab dikejar dan dihunus tombak oleh orang Quraisy (Habbar bin al-Aswad) hingga Zainab terjatuh dari unta ke atas batu saat sedang hamil besar. Beliau mengalami keguguran dan pendarahan hebat. Meskipun sempat bertahan beberapa tahun di Madinah, luka dalam tersebut tidak pernah sembuh total hingga menjadi penyebab wafatnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Ruqayyah binti Muhammad<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Ibunda:<\/strong> Khadijah binti Khuwailid RA.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Urutan Lahir:<\/strong> Anak perempuan kedua. Beliau menikah dengan sahabat Nabi, <strong>Usman bin Affan RA<\/strong>, dan ikut hijrah ke Habasyah lalu ke Madinah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Wafat &amp; Usia:<\/strong> Wafat pada bulan Ramadhan tahun <strong>2 Hijriah (624 M)<\/strong>, persis di hari kemenangan kaum muslimin dalam Perang Badar. Usianya sekitar <strong>22-23 tahun<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Wafat:<\/strong> Sakit demam parah. Sebelum Perang Badar bergejolak, Ruqayyah jatuh sakit kritis. Nabi SAW memerintahkan suaminya, Usman bin Affan, untuk tidak ikut ke medan perang agar bisa menjaga Ruqayyah di Madinah. Beliau wafat sebelum pasukan Nabi kembali dari Badar.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Ummu Kultsum binti Muhammad<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Ibunda:<\/strong> Khadijah binti Khuwailid RA.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Urutan Lahir:<\/strong> Anak perempuan ketiga. Setelah kakaknya (Ruqayyah) wafat, beliau dinikahi oleh <strong>Usman bin Affan RA<\/strong> (sehingga Usman dijuluki <em>Dzu Nurain<\/em> atau Pemilik Dua Cahaya).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Wafat &amp; Usia:<\/strong> Wafat pada bulan Sya&#8217;ban tahun <strong>9 Hijriah (630 M)<\/strong> di Madinah, dalam usia sekitar <strong>27-28 tahun<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Wafat:<\/strong> Sakit parah yang diderita selama beberapa waktu (tidak dirinci secara spesifik jenis penyakitnya dalam kitab sejarah, namun dikategorikan kematian alami karena sakit).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Fatimah Az-Zahra binti Muhammad<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Ibunda:<\/strong> Khadijah binti Khuwailid RA.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Urutan Lahir:<\/strong> Anak perempuan bungsu dari Khadijah. Beliau menikah dengan <strong>Ali bin Abi Thalib RA<\/strong> dan merupakan satu-satunya anak yang melanjutkan garis keturunan Nabi (melalui Hasan dan Husain).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Wafat &amp; Usia:<\/strong> Wafat pada bulan Ramadhan tahun <strong>11 Hijriah (632 M)<\/strong>, hanya berselisih <strong>6 bulan setelah wafatnya Nabi SAW<\/strong>. Usianya sekitar <strong>28 tahun<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Wafat:<\/strong> Sakit dan duka mendalam. Fatimah sangat terpukul dan didera kesedihan yang luar biasa atas wafatnya sang ayah (Rasulullah SAW). Kondisi fisiknya terus menurun drastis sejak kepergian Nabi hingga beliau akhirnya menyusul wafat. Hal ini sesuai dengan bisikan rahasia Nabi kepada Fatimah menjelang wafatnya bahwa Fatimah adalah anggota keluarga pertama yang akan menyusul beliau.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Abdullah bin Muhammad<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Ibunda:<\/strong> Khadijah binti Khuwailid RA.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Urutan Lahir:<\/strong> Anak laki-laki kedua, lahir setelah masa kenabian (dijuluki <em>At-Thayyib<\/em> dan <em>At-Thahir<\/em> karena lahir di masa Islam).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Wafat &amp; Usia:<\/strong> Wafat di Makkah tak lama setelah lahir, dalam usia <strong>masih bayi\/menyusu (di bawah 1 tahun)<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Wafat:<\/strong> Kematian alami bayi. Wafatnya Abdullah sempat membuat kaum kafir Quraisy (seperti Ash bin Wail) mengejek Nabi sebagai orang yang <em>Abtar<\/em> (terputus keturunannya), yang kemudian dibantah oleh Allah lewat turunnya Surah Al-Kautsar.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Ibrahim bin Muhammad<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Ibunda:<\/strong> Mariah Al-Qibthiyah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Urutan Lahir:<\/strong> Anak bungsu Nabi, lahir di Madinah pada tahun 8 Hijriah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu Wafat &amp; Usia:<\/strong> Wafat pada bulan Syawal tahun <strong>10 Hijriah (632 M)<\/strong> di Madinah, dalam usia <strong>16 atau 22 bulan<\/strong> (belum genap 2 tahun).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Wafat:<\/strong> Sakit parah saat masa menyusui. Wafatnya Ibrahim membawa kesedihan mendalam bagi Nabi SAW hingga beliau meneteskan air mata dan bersabda: <em>&#8220;Mata menangis dan hati bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu kecuali yang diridai Tuhan kami. Demi Allah, wahai Ibrahim, kami sangat sedih karena berpisah denganmu.&#8221;<\/em> (Pada hari wafatnya Ibrahim, terjadi gerhana matahari di Madinah).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"cucu\" class=\"wp-block-heading\">Cucu-Cucu Nabi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nabi Muhammad SAW dikaruniai beberapa orang cucu, namun garis keturunan yang bertahan dan berlanjut hingga hari ini (jalur <em>Dzurriyyah Rasul<\/em>) seluruhnya berasal dari putri bungsu beliau, <strong>Fatimah Az-Zahra<\/strong>, yang menikah dengan Ali bin Abi Thalib RA.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah rincian cucu-cucu Nabi SAW, waktu wafat, usia, sebab wafat, serta ringkasan keturunan mereka ke bawah berdasarkan kitab <em>Al-Bidayah wan Nihayah<\/em> (Ibnu Katsir) dan <em>Siyar A&#8217;lam an-Nubala<\/em> (Imam Adz-Dzahabi).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Cucu dari Fatimah Az-Zahra &amp; Ali bin Abi Thalib<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jalur ini adalah yang paling utama karena dari sinilah sebutan <strong>Sayyid<\/strong> (Syarif) dan <strong>Alawiyyin<\/strong> berasal.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Al-Hasan bin Ali (Sayyidina Hasan)<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Waktu Wafat &amp; Usia:<\/strong> Wafat pada tahun <strong>50 Hijriah (670 M)<\/strong> di Madinah pada usia <strong>47 tahun<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Wafat:<\/strong> <strong>Diracun<\/strong>. Beliau diracun secara rahasia oleh salah satu istrinya yang dihasut oleh pihak musuh politik di masa perang saudara pasca-wafatnya Khalifah Ali. Beliau dimakamkan di Pemakaman Baqi, Madinah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keturunan ke Bawah:<\/strong> Keturunan Hasan disebut sebagai jalur <strong>Syarif<\/strong> (banyak memegang kekuasaan politik, contohnya trah Raja Maroko dan Raja Yordania saat ini). Anak-anak Hasan yang menurunkan keturunan besar di antaranya:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Hasan al-Mutsanna<\/em> dan <em>Zaid al-Ablaj<\/em>. Dari jalur Hasan al-Mutsanna lahir tokoh besar seperti <strong>Syekh Abdul Qadir Al-Jailani<\/strong> (ulama sufi terkemuka).<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Al-Husain bin Ali (Sayyidina Husain)<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Waktu Wafat &amp; Usia:<\/strong> Wafat pada <strong>10 Muharram 61 Hijriah (10 Oktober 680 M)<\/strong> dalam usia <strong>56 tahun<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Wafat:<\/strong> <strong>Syahid dibantai dalam Tragedi Karbala<\/strong>. Husain bersama keluarga besarnya dikepung dan dibunuh dengan sangat kejam oleh pasukan Ubaidillah bin Ziyad (gubernur dinasti Umayyah saat itu). Kepala beliau dipenggal dan dibawa ke Kufah lalu ke Damaskus.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keturunan ke Bawah:<\/strong> Keturunan Husain disebut sebagai jalur <strong>Sayyid<\/strong> atau <strong>Habib<\/strong> (banyak melahirkan ulama, fukaha, dan wali songo di Nusantara). Hanya ada satu anak laki-laki Husain yang selamat dari tragedi Karbala karena sedang sakit, yaitu:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Ali Zainal Abidin<\/strong> (satu-satunya penerus trah Husain).<\/li>\n\n\n\n<li>Dari Ali Zainal Abidin lahir <em>Muhammad al-Baqir<\/em> $rightarrow$ <em>Ja&#8217;far as-Sadiq<\/em> $rightarrow$ <em>Ali al-Uraidhi<\/em> $rightarrow$ dari jalur ini turun keturunan <strong>Ba &#8216;Alawi<\/strong> (kaum Habib yang mayoritas berada di Yaman, Indonesia, dan Malaysia, seperti keluarga Al-Attas, Assegaf, Shihab, dll).<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Zainab binti Ali<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Waktu Wafat &amp; Usia:<\/strong> Wafat sekitar tahun <strong>62 Hijriah (682 M)<\/strong> (setahun setelah tragedi Karbala) dalam usia sekitar <strong>56 tahun<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Wafat:<\/strong> Trauma psikologis dan sakit pasca-Tragedi Karbala. Beliau adalah saksi mata pembantaian saudara-saudaranya dan sempat ditawan ke Damaskus sebelum akhirnya diasingkan ke Mesir atau Syam (terdapat perbedaan makamnya di Kairo atau Damaskus).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keturunan ke Bawah:<\/strong> Menikah dengan sepupunya, Abdullah bin Ja&#8217;far. Memiliki beberapa anak (Ali, Abbas, Ummu Kultsum). Jalur keturunannya ada yang berlanjut namun tidak sebesar jalur Hasan dan Husain.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">4. Ummu Kultsum binti Ali<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Waktu Wafat &amp; Usia:<\/strong> Wafat pada masa kekhalifahan Muawiyah (sekitar tahun <strong>50-an Hijriah<\/strong>) di Madinah dalam usia sekitar <strong>40 tahun<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Wafat:<\/strong> Sakit parah (wafat bersamaan dengan putranya, Zaid, dalam waktu yang hampir bersamaan karena wabah\/sakit).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keturunan ke Bawah:<\/strong> Beliau dipersunting oleh Khalifah <strong>Umar bin Khattab RA<\/strong> karena Umar ingin bernasab dengan Nabi. Mereka dikaruniai anak bernama <em>Zaid bin Umar<\/em> dan <em>Ruqayyah<\/em>. Namun, Zaid wafat saat muda tanpa meninggalkan keturunan, sehingga jalur ini terputus.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">5. Al-Muhsin bin Ali<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Waktu Wafat:<\/strong> Wafat saat <strong>masih bayi\/keguguran<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebab Wafat:<\/strong> Meninggal secara alami saat masih sangat kecil (dalam beberapa riwayat sejarah Islam, Muhsin wafat saat dilahirkan\/keguguran tidak lama setelah Nabi SAW wafat).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Cucu dari Anak Perempuan Nabi yang Lain<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cucu-cucu di bawah ini <strong>tidak melanjutkan<\/strong> garis keturunan Nabi ke generasi modern karena anak-anak mereka wafat sebelum dewasa atau tidak memiliki keturunan lagi (terputus).<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari Zainab binti Muhammad &amp; Abul &#8216;Ash bin ar-Rabi&#8217;<\/h4>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Ali bin Abul &#8216;Ash:<\/strong> Wafat saat <strong>remaja\/menjelang pubertas<\/strong> di masa Nabi SAW masih hidup. Beliau adalah anak yang pernah dibonceng Nabi saat pembebasan kota Makkah (Fathu Makkah). Wafat karena sakit alami.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Amamah binti Abul &#8216;Ash:<\/strong> Cucu perempuan yang sering digendong Nabi SAW saat salat. Setelah Fatimah wafat, Amamah menikah dengan <strong>Ali bin Abi Thalib<\/strong> (atas wasiat Fatimah sebelum wafat). Beliau tidak memiliki keturunan dari Ali. Setelah Ali wafat, ia menikah dengan Al-Mughirah bin Naufal dan memiliki anak bernama Yahya, namun riwayat keturunannya terputus di sana.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari Ruqayyah binti Muhammad &amp; Usman bin Affan<\/h4>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Abdullah bin Usman:<\/strong> Lahir di Habasyah. Wafat pada tahun <strong>4 Hijriah<\/strong> di Madinah saat masih berusia <strong>6 tahun<\/strong>.\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Sebab Wafat:<\/em> Mata beliau dipatok oleh seekor ayam jantan hingga menyebabkan luka infeksi parah di wajahnya, lalu beliau demam tinggi dan wafat. Nabi SAW sendiri yang menyalatkan dan memakamkannya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ringkasan Garis Keturunan ke Bawah (Masa Kini)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika hari ini Anda mendengar ada jutaan orang di seluruh dunia (termasuk para Habib di Indonesia, Syarif di Timur Tengah, atau keluarga kerajaan Maroko) yang memegang silsilah resmi keturunan Nabi Muhammad SAW, maka secara ilmiah dan historis seluruh nasab mereka pasti akan mengerucut ke dua nama cucu Nabi di atas: <strong>Al-Hasan<\/strong> atau <strong>Al-Husain<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(<a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-4\/\">Bersambung ke Artikel-4<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Kritik, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan di kolom komentar di bawah ini, in syaa Allah akan saya jawab atau tanggapi semampunya.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel yang menyajikan fakta sejarah dan ilmiah tentang Nabi Muhammad SAW secara ringkas berdasarkan kitab-kitab yang masyhur dan muktabar (diakui).<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2256,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"cybocfi_hide_featured_image":"yes","footnotes":""},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-2297","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sirah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.9 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Nabi Muhammad SAW (3) - GAPURA ISLAM<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel yang menyajikan fakta sejarah dan ilmiah tentang Nabi Muhammad SAW secara ringkas berdasarkan kitab-kitab yang masyhur dan muktabar (diakui).\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Nabi Muhammad SAW (3) - GAPURA ISLAM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel yang menyajikan fakta sejarah dan ilmiah tentang Nabi Muhammad SAW secara ringkas berdasarkan kitab-kitab yang masyhur dan muktabar (diakui).\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"GAPURA ISLAM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-26T02:23:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-26T04:14:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabi-muhammad.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"830\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"466\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bang Harta\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bang Harta\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Bang Harta\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9168686773a7e2dab31432dcdb19a3d5\"},\"headline\":\"Mengenal Nabi Muhammad SAW (3)\",\"datePublished\":\"2026-06-26T02:23:10+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-26T04:14:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\\\/\"},\"wordCount\":2649,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/nabi-muhammad.jpg\",\"articleSection\":[\"SIRAH\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\\\/\",\"name\":\"Mengenal Nabi Muhammad SAW (3) - GAPURA ISLAM\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/nabi-muhammad.jpg\",\"datePublished\":\"2026-06-26T02:23:10+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-26T04:14:55+00:00\",\"description\":\"Artikel yang menyajikan fakta sejarah dan ilmiah tentang Nabi Muhammad SAW secara ringkas berdasarkan kitab-kitab yang masyhur dan muktabar (diakui).\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Nabi Muhammad SAW (3)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/\",\"name\":\"GAPURA ISLAM\",\"description\":\"Khazanah Konten Islam\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/#organization\",\"name\":\"GAPURA ISLAM\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/gapura-islam-square.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/gapura-islam-square.png\",\"width\":250,\"height\":250,\"caption\":\"GAPURA ISLAM\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9168686773a7e2dab31432dcdb19a3d5\",\"name\":\"Bang Harta\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/bang.harta_-96x96.png\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/bang.harta_-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/bang.harta_-96x96.png\",\"caption\":\"Bang Harta\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/gapura.web.id\\\/islam\\\/author\\\/bang-harta\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Nabi Muhammad SAW (3) - GAPURA ISLAM","description":"Artikel yang menyajikan fakta sejarah dan ilmiah tentang Nabi Muhammad SAW secara ringkas berdasarkan kitab-kitab yang masyhur dan muktabar (diakui).","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Nabi Muhammad SAW (3) - GAPURA ISLAM","og_description":"Artikel yang menyajikan fakta sejarah dan ilmiah tentang Nabi Muhammad SAW secara ringkas berdasarkan kitab-kitab yang masyhur dan muktabar (diakui).","og_url":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/","og_site_name":"GAPURA ISLAM","article_published_time":"2026-06-26T02:23:10+00:00","article_modified_time":"2026-06-26T04:14:55+00:00","og_image":[{"width":830,"height":466,"url":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabi-muhammad.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bang Harta","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bang Harta","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/"},"author":{"name":"Bang Harta","@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/#\/schema\/person\/9168686773a7e2dab31432dcdb19a3d5"},"headline":"Mengenal Nabi Muhammad SAW (3)","datePublished":"2026-06-26T02:23:10+00:00","dateModified":"2026-06-26T04:14:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/"},"wordCount":2649,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabi-muhammad.jpg","articleSection":["SIRAH"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/","url":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/","name":"Mengenal Nabi Muhammad SAW (3) - GAPURA ISLAM","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabi-muhammad.jpg","datePublished":"2026-06-26T02:23:10+00:00","dateModified":"2026-06-26T04:14:55+00:00","description":"Artikel yang menyajikan fakta sejarah dan ilmiah tentang Nabi Muhammad SAW secara ringkas berdasarkan kitab-kitab yang masyhur dan muktabar (diakui).","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/mengenal-nabi-muhammad-saw-3\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Nabi Muhammad SAW (3)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/#website","url":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/","name":"GAPURA ISLAM","description":"Khazanah Konten Islam","publisher":{"@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/#organization","name":"GAPURA ISLAM","url":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/gapura-islam-square.png","contentUrl":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/gapura-islam-square.png","width":250,"height":250,"caption":"GAPURA ISLAM"},"image":{"@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/#\/schema\/person\/9168686773a7e2dab31432dcdb19a3d5","name":"Bang Harta","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/bang.harta_-96x96.png","url":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/bang.harta_-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/bang.harta_-96x96.png","caption":"Bang Harta"},"url":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/author\/bang-harta\/"}]}},"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabi-muhammad.jpg",830,466,false],"landscape":["https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabi-muhammad.jpg",830,466,false],"portraits":["https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabi-muhammad.jpg",830,466,false],"thumbnail":["https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabi-muhammad-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabi-muhammad-300x168.jpg",300,168,true],"large":["https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabi-muhammad.jpg",640,359,false],"1536x1536":["https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabi-muhammad.jpg",830,466,false],"2048x2048":["https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/nabi-muhammad.jpg",830,466,false]},"rttpg_author":{"display_name":"Bang Harta","author_link":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/author\/bang-harta\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/sirah\/\" rel=\"category tag\">SIRAH<\/a>","rttpg_excerpt":"Artikel yang menyajikan fakta sejarah dan ilmiah tentang Nabi Muhammad SAW secara ringkas berdasarkan kitab-kitab yang masyhur dan muktabar (diakui).","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2297","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2297"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2297\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2342,"href":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2297\/revisions\/2342"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2297"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2297"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gapura.web.id\/islam\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2297"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}