Kasus Sambo – Brigadir J

sambo-bharada e-brigadirj-putri candrawathi

Kasus Sambo – Brigadir J mulai heboh di pemberitaan sekitar tanggal 10 Juli 2022, ketika viral video ratapan keluarga Brigadir J ketika menerima peti jenazah yang tidak boleh dibuka. Padahal, peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir J terjadi pada tanggal Jum’at, 8 Juli 2022.

Dari pemberitaan, muncul isu-isu tentang “kejanggalan” peristiwa yang disebut “tembak-menembak” atau “polisi tembak polisi” itu, antara lain:

  • Luka yang ditemukan pada jenazah Brigadir J membuat keluarga curiga, jangan-jangan sebelum dibunuh (ditembak), korban sempat disiksa terlebih dahulu. Khabarnya ada luka seperti akibat jeratan di leher korban, serta banyak luka yang bukan luka tembak. Ada spekulasi kalau korban dibunuh di tempat lain, bukan di rumah Duren Tiga (rumah dinas Kadiv. Propam, Irjen Ferdy Sambo, di kompleks rumah dinas Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan).
  • Informasi yang disampaikan pihak kepolisian: korban melakukan pelecehan terhadap istri atasannya (ibu PC), lalu teriakan ibu PC didengar oleh ajudan lain (Bharada E) yang datang hendak memeriksa. Saat itu korban (Brigadir J) menembak Bharada E, namun dibalas tembakan hingga menewaskan Brigadir J. Khabarnya ada sekitar 4 tembakan Bharada E yang mengenai korban, sementara tembakan dari korban tidak satu pun yang mengenai Bharada E (padahal level pangkat korban jauh di atas lawannya).
  • Terkesan peristiwa “tembak-menembak” itu ditutupi sampai peti jenazah tidak boleh dibuka/jenazah tidak boleh dilihat.

Ketidakpercayaan masyarakat memaksa pihak kepolisian untuk mengungkap peristiwa sebenarnya, sehingga tidak kurang dari Kapolri Jenderal (bintang 4) Listyo Sigit Prabowo memberikan sendiri keterangan dan membentuk timsus, serta Presiden Jokowi meminta kepolisian mengungkap fakta tanpa menyembunyikan apapun.

Perjalanan penyelidikan kasus mengungkap banyak fakta. Berikut ini beberapa poin yang kami himpun dari berbagai pemberitaan:

  • Jum’at, 8 Juli 2022, sekitar pukul 17:00 WIB terjadi peristiwa “tembak-menembak” antara Brigadir J dan Bharada E di rumah dinas Kadiv. Propam Polri, Irjenpol Ferdy Sambo, kompleks polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Peristiwa ini dilaporkan oleh Ferdy Sambo jam 17:20 ke Polres Jakarta Selatan. Jam 17:30 datang Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan ke TKP. (Selengkapnya lihat di sini).
  • Sabtu, 9 Juli 2022, jenazah Brigadir J diantar ke rumah keluarganya di Jambi, namun peti jenazah tidak boleh dibuka. Setelah keluarga memaksa, maka diizinkan melihat jenazah bagias atas saja. Namun keluarga tidak menerima penjelasan yang diberikan pihak kepolisian karena banyak kejanggalan.
  • Sabtu, 9 Juli 2022, sekitar pukul 13:00 dilakukan rekonstruksi kejadian di TKP. Setelah itu personel dari Biro Paminal menyisir CCTV di sekitar TKP dan mengganti DVR (alat prekam) CCTV.
  • Senin, 11 Juli 2022, jenazah Brigadir J dimakamkan di Jambi tanpa upacara kedinasan (karena tidak ada perintah dari mabes Polri).
  • Senin, 11 Juli 2022, pihak kepolisian menyampaikan informasi kejadian “tembak menembak”. Sehari setelahnya Kapolri membentuk timsus yang dipimpin wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.
  • Timsus melibatkan Kompolnas dan Komnas HAM dalam melakukan penyelidikan. Komnas HAM memeriksa CCTV mulai dari Magelang hingga komplek Polri Duren Tiga.
  • Rekaman CCTV di rumah pribadi Ferdy Sambo (Jl. Saguling III, Duren Tiga, tidak jauh dari rumah dinas) berhasil diperoleh yang memperlihatkan Brigadir J masih hidup setelah sampai di Jakarta (kembali dari Magelang), sehingga menepis spekulasi Brigadir J dibunuh di perjalanan atau tempat lain.
  • Senin, 18 Juli 2022, Kapolri menonaktifkan jabatan Ferdy Sambo sebagai Kadiv. Propam Polri. 20 Juli 2022, Karo Paminal Polri dan Kapolres Metro Jakarta Selatan juga dinonaktifkan.
  • Rabu, 27 Juli 2022 dilakukan otopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J, di RSUD Jambi. Setelah itu jenazah Brigadir J dimakamkan dengan upacara kedinasan.
  • 3 Agustus 2022, Bharada E ditetapkan sebagai tersangka pasal 388 KUHP (pembunuhan).
  • 4 Agustus 2022, 25 personel kepolisian ditetapkan melanggar dan menghambat proses penyidikan.
  • 9 Agustus 2022, Kapolri mengumumkan penetapan tersangka terhadap Irjen Ferdy Sambo, Bripka RR, dan Kuat Ma’ruf. Ferdy Sambo mengaku memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J lalu membuat skenario seakan-akan terjadi tembak-menembak.
  • 24 Agustus 2022, setelah dilakukan pemeriksaan kode etik terhadap 97 personel Polri, ditetapkan 35 melakukan pelanggaran, dan 18 dilakukan penempatan secara khusus. Ferdy Sambo dikenakan PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat).

BACA JUGA:
Siapa saja yang terlibat dalam kasus Sambo-Brigadir J

Jenazah Birigadir Yosua saat hendak dikirim ke Jambi. Foto: Dok. Istimewa
Detik-detik keluarga histeris menerima jenazah Brigadir J

VIDEO EKSKLUSIF: CCTV Detik-detik Brigadir J dari Magelang-Duren Tiga

VIDEO ANIMASI REKONSTRUKSI PENEMBAKAN

Admin GWI

GAPURA.WEB.ID memuat kompilasi berita dan informasi yang sedang tren atau fenomenal sehingga anda bisa mengetahui rangkumannya secara ringkas dan padat, tanpa perlu menjelajahi semua link dari mesin pencari. Link terkait juga kami pilihkan yang berkualitas, sehingga anda bisa MULAI BROWSING DARI SINI!-

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *