Mengenal Nabi Muhammad SAW (4)

Disusun oleh: Bang Harta (Gapura.web.id/Islam)

Artikel ini dibuat untuk menyajikan fakta sejarah dan ilmiah tentang Nabi Muhammad SAW secara ringkas, dihimpun dari berbagai sumber/kitab yang masyhur dan muktabar (diakui).

Artikel 1

Artikel 2

Artikel 3

Artikel 4


Sahabat Nabi Yang Populer

Berikut adalah beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling terkenal, perannya, keistimewaannya, serta usia dan sebab wafatnya dirangkum secara singkat:

1. Abu Bakar Ash-Shiddiq RA

  • Peran: Khalifah pertama Islam (umat Islam) yang menyatukan kembali jazirah Arab pasca-wafatnya Nabi dan memerangi kaum murtad. Beliau adalah teman setia Nabi saat hijrah di Gua Tsur.
  • Keistimewaan: Sahabat yang paling dicintai Nabi dari kalangan laki-laki, orang dewasa pertama yang masuk Islam, dan bergelar Ash-Shiddiq (yang membenarkan perkataan Nabi tanpa ragu).
  • Usia & Sebab Wafat: Wafat pada usia 63 tahun (sama dengan usia Nabi) karena sakit demam parah yang dideritanya selama 15 hari di Madinah (tahun 13 H / 634 M).

2. Umar bin Khattab RA

  • Peran: Khalifah kedua Islam yang berhasil memperluas wilayah Islam secara masif (menaklukkan Persia dan Romawi di Syam serta membebaskan Yerusalem). Beliau membentuk administrasi negara pertama.
  • Keistimewaan: Bergelar Al-Faruq (pembeda kebatilan dan kebenaran). Nabi bersabda bahwa jika ada Nabi setelah dirinya, maka orang itu adalah Umar. Setan selalu menghindar jika berpapasan dengan jalan yang dilewati Umar.
  • Usia & Sebab Wafat: Wafat pada usia sekitar 60–63 tahun karena dibunuh (syahid). Beliau ditikam berulang kali dengan belati bermata dua oleh seorang budak majusi bernama Abu Lu’lu’ah saat sedang memimpin salat Subuh berjamaah di Madinah (tahun 23 H / 644 M).

3. Usman bin Affan RA

  • Peran: Khalifah ketiga Islam yang berjasa besar membukukan Al-Qur’an menjadi satu mushaf standar (Mushaf Usmani) dan membentuk angkatan laut Islam pertama.
  • Keistimewaan: Bergelar Dzu Nurain (Pemilik Dua Cahaya) karena menikahi dua putri Nabi (Ruqayyah dan Ummu Kultsum). Beliau adalah sahabat yang paling pemalu hingga malaikat pun malu kepadanya, serta sangat dermawan (pernah membeli sumur milik Yahudi untuk disedekahkan kepada rakyat).
  • Usia & Sebab Wafat: Wafat pada usia sekitar 82 tahun karena dibunuh secara kejam (syahid) oleh para pemberontak yang mengepung rumahnya di Madinah saat beliau sedang membaca Al-Qur’an (tahun 35 H / 656 M).

4. Ali bin Abi Thalib RA

  • Peran: Khalifah keempat Islam, sepupu sekaligus menantu Nabi. Beliau adalah panglima perang yang legendaris dalam hampir seluruh pertempuran Islam dan menjadi penasihat hukum utama para khalifah sebelumnya.
  • Keistimewaan: Masuk Islam sejak usia anak-anak, dikenal sebagai Pintu Gerbang Ilmu karena kecerdasannya. Nabi bersabda, “Kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa.”
  • Usia & Sebab Wafat: Wafat pada usia 63 tahun karena dibunuh (syahid). Beliau ditikam di bagian dahi dengan pedang beracun oleh seorang Khawarij bernama Abdurrahman bin Muljam saat beliau hendak mengimami salat Subuh di Kufah, Irak (tahun 40 H / 661 M).

5. Khalid bin Walid RA

  • Peran: Panglima militer agung Islam yang memimpin pasukan muslim menaklukkan Kekaisaran Bizantium dan Sasaniyah. Beliau tercatat tidak pernah kalah dalam ratusan pertempuran sepanjang hidupnya.
  • Keistimewaan: Dijuluki langsung oleh Nabi sebagai Saifullah Al-Maslul (Pedang Allah yang Terhunus) karena kejeniusan taktik militernya.
  • Usia & Sebab Wafat: Wafat pada usia sekitar 58 tahun di atas tempat tidurnya di Homs, Suriah (tahun 21 H / 642 M) karena sakit/kematian alami. Menjelang wafatnya beliau menangis karena seluruh tubuhnya penuh luka syahid namun ia tidak ditakdirkan gugur di medan perang.

6. Bilal bin Rabah RA

  • Peran: Muazin (pengumandang azan) pertama dalam sejarah Islam. Beliau bertugas memanggil umat Islam salat di masa Nabi dan ikut serta dalam semua peperangan utama.
  • Keistimewaan: Mantan budak yang teguh mempertahankan iman meski disiksa dengan batu panas di padang pasir. Nabi pernah bersabda bahwa beliau mendengar suara terompah (sandal) Bilal di dalam surga.
  • Usia & Sebab Wafat: Wafat pada usia sekitar 63–64 tahun di Damaskus, Suriah (tahun 20 H / 641 M) karena sakit akibat wabah Amwas (pes).

7. Salman al-Farisi RA

  • Peran: Sahabat asal Persia yang menjadi pencetus ide taktis pembuatan parit raksasa dalam Perang Khandaq, yang berhasil menggagalkan pengepungan total kota Madinah oleh pasukan sekutu kafir Quraisy.
  • Keistimewaan: Pengembara pencari kebenaran sejati (pernah memeluk Majusi dan Kristen sebelum bertemu Nabi). Nabi memuji kedudukannya dengan bersabda, “Salman adalah bagian dari kami, Ahlul Bait.”
  • Usia & Sebab Wafat: Memiliki umur yang sangat panjang, wafat pada usia sekitar setengah abad lebih (banyak riwayat menyebut antara 70 hingga di atas 100 tahun) di Ctesiphon, Irak (tahun 35 H / 656 M) karena sakit/usia tua.

Ciri Fisik & Kebiasaan Nabi

Ciri fisik dan kebiasaan Nabi Muhammad SAW tercatat dengan sangat detail dalam kitab-kitab khusus yang disebut kitab Syamail (Syamail Muhammadiyah), salah satu yang paling terkenal adalah karya Imam At-Tirmidzi.

Para sahabat menggambarkan fisik dan kebiasaan beliau dengan begitu presisi karena rasa cinta mereka yang mendalam.

1. Ciri Fisik Rasulullah SAW

Rasulullah SAW digambarkan memiliki fisik yang sangat proporsional, berwibawa, dan memancarkan keindahan (tidak terlalu tinggi dan tidak pendek).

  • Wajah dan Kulit: Kulit beliau putih kemerah-merahan (tidak putih pucat dan tidak hitam/gelap). Wajahnya bercahaya bagaikan bulan purnama, dengan dahi yang luas.
  • Mata dan Rambut: Mata beliau hitam pekat, berbola mata besar dengan bulu mata yang lentik. Rambut beliau hitam, bergelombang rapi, kadang terurai sampai batas telinga atau bahu.
  • Janggut: Beliau memiliki janggut yang lebat dan rapi. (Sebagai catatan, beliau tidak memiliki kumis yang lebat, karena beliau selalu memotong pendek kumisnya sesuai sunah yang diajarkannya).
  • Postur Tubuh: Dada beliau bidang dan rata dengan perutnya (tidak buncit). Tulang-tulang persendiannya besar dan kuat. Telapak tangan dan kakinya tebal namun terasa sangat halus bagaikan sutra saat bersalaman.
  • Aroma Tubuh: Keringat beliau sangat wangi, bahkan digambarkan lebih harum daripada minyak kesturi (misk) yang paling wangi sekalipun, meskipun beliau tidak sedang memakai wewangian.
  • Cap Kenabian (Khatamun Nubuwah): Di antara kedua belah bahunya (agak ke kiri), terdapat tanda kenabian fisik sebesar telur burung dara yang ditumbuhi sedikit rambut halus.

2. Kebiasaan Sehari-hari Rasulullah SAW

Kebiasaan beliau mencerminkan kepribadiannya yang agung, efisien, penuh perhatian, dan sangat menjaga kebersihan.

  • Selalu Tersenyum dan Ceria: Beliau dikenal sebagai orang yang selalu tersenyum saat bertemu para sahabatnya. Wajahnya tidak pernah menunjukkan ketegangan yang membuat orang takut, melainkan keteduhan yang membuat orang nyaman di dekatnya. Beliau tidak pernah tertawa terbahak-bahak, tawanya adalah senyuman yang tulus.
  • Cara Berjalan: Jika berjalan, beliau berjalan dengan cepat, tegap, dan langkah yang pasti, seolah-olah sedang turun dari tempat yang tinggi. Beliau tidak berjalan dengan lesu atau sombong.
  • Jika Menoleh: Jika ada orang yang memanggil dari belakang, beliau tidak hanya menolehkan kepalanya, melainkan memutar seluruh badannya untuk menghadap penuh kepada orang tersebut sebagai bentuk penghormatan tertinggi.
  • Berbicara dengan Jelas: Beliau berbicara dengan untaian kalimat yang runtut, jelas, dan tidak terburu-buru. Jika menyampaikan hal penting, beliau sering mengulangnya sebanyak tiga kali agar pendengarnya paham secara detail.
  • Kebersihan (Bersiwak): Beliau sangat menjaga kebersihan mulut. Setiap kali masuk rumah, sebelum salat, dan setelah bangun tidur, kebiasaan utamanya adalah bersiwak (membersihkan gigi).
  • Tidur dan Bangun: Beliau tidur miring ke sisi kanan, meletakkan tangan kanannya di bawah pipi, dan tidur di awal malam (setelah salat Isya) lalu bangun di sepertiga malam terakhir untuk melaksanakan salat Tahajud yang panjang.
  • Makan Secukupnya: Beliau makan menggunakan tiga jari tangan kanan dan menjilati jarinya setelah selesai makan. Beliau tidak pernah mencela makanan; jika suka beliau makan, jika tidak suka beliau meninggalkannya tanpa berkomentar buruk. Beliau juga mengajarkan prinsip berhenti makan sebelum kenyang.

Daftar Perang

Berikut adalah daftar peperangan utama yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW (disebut Ghazwah) yang disusun secara kronologis berdasarkan kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum (Syaikh Safiurrahman Al-Mubarakpuri) dan Zadul Ma’ad (Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah).

1. Perang Badar (Al-Kubra)

  • Waktu: 17 Ramadhan 2 H (Maret 624 M)
  • Tempat: Lembah Badar (sekitar 125 km selatan Madinah)
  • Durasi: 1 Hari (pertempuran fisik utama)
  • Musuh: Kaum Kafir Quraisy Makkah
  • Sebab: Pencegatan kafilah dagang Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan sebagai ganti rugi atas harta benda umat Islam yang disita di Makkah.
  • Hasil: Kemenangan mutlak umat Islam. Kekuatan Quraisy runtuh secara psikologis.
  • Jumlah Pasukan:
    • Islam: $approx$ 313 personil
    • Musuh: $approx$ 1.000 personil
  • Peristiwa Penting:
    • Tewasnya tokoh utama kafir Quraisy, Abu Jahal.
    • Turunnya bantuan ribuan malaikat yang menguatkan barisan muslimin.
    • Penerapan strategi militer menguasai sumber mata air Badar atas saran sahabat Al-Hubab bin Mundzir.

2. Perang Uhud

  • Waktu: Syawal 3 H (Maret 625 M)
  • Tempat: Di kaki Gunung Uhud (utara Madinah)
  • Durasi: 1 Hari
  • Musuh: Kaum Kafir Quraisy Makkah (dipimpin Abu Sufyan)
  • Sebab: Balas dendam kaum Quraisy atas kekalahan memalukan mereka di Perang Badar.
  • Hasil: Kerugian besar di pihak Islam (kalah secara taktis di akhir perang), namun Quraisy gagal menghancurkan Madinah.
  • Jumlah Pasukan:
    • Islam: 700 personil (awalnya 1.000, namun 300 orang membelot bersama gembong munafik Abdullah bin Ubay)
    • Musuh: 3.000 personil
  • Peristiwa Penting:
    • Gugurnya paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muttalib (Asadullah).
    • Pasukan pemanah Islam di puncak bukit melanggar perintah Nabi karena tergoda harta rampasan (ghanimah), yang dimanfaatkan Khalid bin Walid (saat itu masih kafir) untuk berbalik menyerang dari belakang.
    • Rasulullah SAW terluka parah di wajahnya dan giginya patah akibat serangan musuh.

3. Perang Khandaq (Perang Ahzab)

  • Waktu: Syawal 5 H (Maret 627 M)
  • Tempat: Sisi utara kota Madinah
  • Durasi: $approx$ 1 Bulan (Pengepungan)
  • Musuh: Pasukan Koalisi (Ahzab) gabungan Quraisy, suku-suku Arab Ghafathan, dan Yahudi Bani Nadzir.
  • Sebab: Ambisi pasukan koalisi untuk mengepung dan melenyapkan umat Islam di Madinah secara total.
  • Hasil: Kemenangan strategi umat Islam. Pasukan koalisi kocar-kacir dan mundur.
  • Jumlah Pasukan:
    • Islam: 3.000 personil
    • Musuh: 10.000 personil
  • Peristiwa Penting:
    • Penerapan ide brilian Salman Al-Farisi untuk menggali parit (khandaq) raksasa di perbatasan Madinah yang belum pernah dikenal dalam taktik perang Arab.
    • Pengkhianatan Yahudi Bani Quraizhah dari dalam kota Madinah di tengah pengepungan.
    • Allah menghancurkan pasukan musuh dengan mengirimkan angin topan yang sangat dingin dan membalikkan kemah-kemah mereka.

4. Perang Khaibar

  • Waktu: Muharram 7 H (Mei 628 M)
  • Tempat: Oasis Khaibar (benteng pertahanan Yahudi, 150 km utara Madinah)
  • Durasi: $approx$ 20 Hari (Pengepungan benteng demi benteng)
  • Musuh: Komunitas Yahudi Khaibar dan aliansi suku Ghafathan
  • Sebab: Khaibar menjadi pusat provokasi, pendanaan, dan konspirasi militer untuk menyerang Madinah pasca-Perang Khandaq.
  • Hasil: Kemenangan mutlak Islam. Seluruh benteng Khaibar takluk dan tanahnya dikuasai Islam dengan sistem bagi hasil.
  • Jumlah Pasukan:
    • Islam: 1.400 personil (hanya yang ikut serta dalam Perjanjian Hudaibiyah)
    • Musuh: $approx$ 10.000 pejuang di dalam benteng-benteng kokoh
  • Peristiwa Penting:
    • Ali bin Abi Thalib memimpin penaklukan Benteng Qamush (benteng terkuat) setelah meruntuhkan pintu gerbangnya yang sangat berat.
    • Peristiwa penyerahan daging domba beracun oleh wanita Yahudi bernama Zainab binti Al-Harits kepada Nabi SAW setelah Khaibar takluk.

5. Perang Mut’ah

  • Waktu: Jumadil Awal 8 H (September 629 M)
  • Tempat: Mut’ah (sekarang wilayah Yordania)
  • Durasi: $approx$ 7 Hari
  • Musuh: Pasukan Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) dan aliansi suku Arab Kristen Ghassanid.
  • Sebab: Pembunuhan utusan Rasulullah SAW (Al-Harits bin Umair Al-Azdi) oleh penguasa Ghassanid, yang merupakan pelanggaran berat hukum internasional saat itu.
  • Hasil: Secara taktis berakhir imbang, namun pasukan Islam berhasil mundur dengan selamat tanpa bisa dihancurkan oleh jumlah musuh yang masif.
  • Jumlah Pasukan:
    • Islam: 3.000 personil
    • Musuh: $approx$ 100.000 – 200.000 pasukan gabungan
  • Peristiwa Penting:
    • Gugurnya tiga panglima yang ditunjuk Nabi secara berurutan: Ja’far bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, dan Abdullah bin Rawahah.
    • Khalid bin Walid mengambil alih komando darurat dan menerapkan taktik manipulasi psikologis (mengubah posisi barisan pasukan setiap hari agar terlihat seperti datangnya bantuan baru) sehingga Romawi gentar dan memilih mundur. Atas jasanya, Khalid dijuluki Saifullah (Pedang Allah).

6. Pembebasan Kota Makkah (Fathu Makkah)

  • Waktu: 20 Ramadhan 8 H (Desember 629 M)
  • Tempat: Kota Makkah
  • Durasi: Beberapa hari (pengambilalihan tanpa pertumpahan darah berarti)
  • Musuh: Kaum Musyrik Quraisy Makkah
  • Sebab: Pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah oleh sekutu Quraisy (Bani Bakar) yang menyerang sekutu umat Islam (Bani Khuza’ah).
  • Hasil: Kemenangan total. Makkah jatuh ke tangan Islam, Ka’bah dibersihkan dari berhala, dan penduduknya dimaafkan secara massal (Amnesti Internasional).
  • Jumlah Pasukan:
    • Islam: 10.000 personil
    • Musuh: Tidak mampu memberikan perlawanan berarti karena terkepung total
  • Peristiwa Penting:
    • Masuk Islamnya Abu Sufyan (pemimpin Makkah) malam sebelum pasukan masuk.
    • Penghancuran 360 berhala di sekeliling Ka’bah oleh Nabi SAW sambil membaca ayat: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.”

7. Perang Hunain

  • Waktu: Syawal 8 H (Januari 630 M) – Tepat setelah Fathu Makkah
  • Tempat: Lembah Hunain (antara Makkah dan Thaif)
  • Durasi: Beberapa hari
  • Musuh: Suku Hawazin dan Suku Tsaqif
  • Sebab: Suku-suku pegunungan merasa terancam dengan jatuhnya Makkah, lalu menghimpun pasukan besar untuk menyerang umat Islam sebelum mereka diserang.
  • Hasil: Kemenangan besar umat Islam setelah sempat terdesak di awal pertempuran.
  • Jumlah Pasukan:
    • Islam: 12.000 personil (10.000 dari Madinah, 2.000 mualaf baru Makkah)
    • Musuh: $approx$ 4.000 – 20.000 personil (membawa serta anak, istri, dan ternak ke medan laga)
  • Peristiwa Penting:
    • Umat Islam sempat terkena penyakit ujub (kesombongan) karena jumlah pasukan yang sangat besar, sehingga terjebak dalam jebakan panah musuh di celah lembah hingga kocar-kacir.
    • Keteguhan Nabi SAW yang berdiri kokoh di tengah hujan panah mengembalikan mental pasukan Islam untuk berbalik mendominasi pertempuran.

8. Perang Tabuk

  • Waktu: Rajab 9 H (Oktober 630 M)
  • Tempat: Tabuk (perbatasan wilayah Syam dan Arab utara)
  • Durasi: $approx$ 20 Hari (Siaga di lokasi tanpa kontak fisik)
  • Musuh: Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium)
  • Sebab: Adanya intelijen bahwa Romawi sedang memobilisasi pasukan besar di utara untuk menginvasi Jazirah Arab demi memadamkan kekuatan Islam.
  • Hasil: Kemenangan psikologis mutlak bagi Islam. Pasukan Romawi ketakutan dan memilih tidak maju ke medan laga setelah melihat besarnya barisan muslimin.
  • Jumlah Pasukan:
    • Islam: 30.000 personil (Pasukan kesulitan/Jaisyul Usrah)
    • Musuh: $approx$ 40.000 – 100.000 pasukan Romawi yang akhirnya mundur bertahan
  • Peristiwa Penting:
    • Perang terakhir yang diikuti langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
    • Pengorbanan harta terbesar para sahabat: Abu Bakar menyumbangkan seluruh hartanya, Umar setengah hartanya, dan Usman membiayai sepertiga perlengkapan pasukan.
    • Ujian keimanan yang sangat berat karena perjalanan dilakukan pada puncak musim panas yang sangat ekstrem dan jarak yang sangat jauh.

Sumber Rujukan

Berikut adalah daftar sumber rujukan informasi dalam artikel ini:

1. Kitab-Kitab Induk Sirah Nabawiyah (Sejarah Nabi)

  • Ar-Rahiq Al-Makhtum (The Sealed Nectar) karya Syaikh Safiurrahman Al-Mubarakpuri. Kitab sejarah modern paling otoritatif yang memenangkan penghargaan internasional dari Liga Dunia Islam (Rabithah Al-Alam Al-Islami) karena keakuratan kronologi dan penyaringan riwayatnya.
  • As-Sirah An-Nabawiyyah karya Ibnu Hisyam (Wafat 218 H). Ini merupakan kitab sirah tertua yang sampai ke tangan kita hari ini, yang merangkum dan mengedit kitab asli karya Ibnu Ishaq (Wafat 151 H).
  • Al-Bidayah wan Nihayah (Awal dan Akhir) karya Al-Hafiz Ibnu Katsir (Wafat 774 H). Kitab ensiklopedia sejarah raksasa yang mengupas kronologi para nabi, masa fatrah (jeda nabi), hingga sejarah runtut daulah Islam.
  • Tarikh al-Umam wal-Muluk (Tarikh ath-Thabari) karya Imam Ibnu Jarir ath-Thabari (Wafat 310 H). Kitab rujukan utama para sejarawan dunia untuk melacak penanggalan masehi kuno dan garis keturunan Arab keturunan Nabi Ismail AS.
  • At-Tabaqat al-Kubra karya Ibnu Sa’ad (Wafat 230 H). Kitab biografi yang mengulas secara mendalam silsilah keluarga, ibu susuan, kerabat, serta sahabat-sahabat Nabi.

2. Kitab Hadis dan Syarah (Penjelasan Hadis)

  • Al-Jami’ al-Musnad as-Shahih (Shahih Bukhari) karya Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari (Wafat 256 H). Digunakan untuk rujukan jarak kelahiran Nabi Isa dan Nabi Muhammad (hadis Salman al-Farisi), usia wafat Nabi, efek racun Khaibar, serta detail perang.
  • Al-Musnad as-Shahih (Shahih Muslim) karya Imam Muslim bin al-Hajjaj (Wafat 261 H). Digunakan untuk rujukan kepastian hari lahir Nabi (Senin) serta usia beliau saat wafat.
  • Fathul Bari Syarah Shahih Al-Bukhari karya Al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani (Wafat 852 H). Digunakan sebagai pisau analisis hukum dan sejarah, seperti konversi umur Nabi antara tahun Qamariyah dan Syamsiyah, serta detail silsilah para sahabat.

3. Kitab Khusus Ciri Fisik dan Karakter (Syamail & Manasik)

  • Al-Syamail Al-Muhammadiyah karya Imam At-Tirmidzi (Wafat 279 H). Kitab rujukan utama dan paling spesifik yang mengumpulkan seluruh hadis tentang ciri fisik (kulit, mata, postur, tanda kenabian) serta kebiasaan sehari-hari Rasulullah SAW (cara berjalan, berbicara, hingga tidur).
  • Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil Ibad karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah (Wafat 751 H). Kitab yang memadukan antara fikih hidup, sejarah pernikahan (istri-istri Nabi), anak-anak Nabi, serta kronologi strategi militer di setiap peperangan.
  • Siyar A’lam an-Nubala karya Imam Adz-Dzahabi (Wafat 748 H). Kitab ensiklopedia biografi tokoh-tokoh besar Islam, digunakan untuk melacak riwayat wafat, usia, dan detail keturunan dari cucu-cucu Nabi serta para sahabat utama (Khulafaur Rasyidin, Khalid bin Walid, dll).

4. Penelitian Modern (Sains & Astronomi)

  • Taqwim al-Arabi qabla al-Islam (Penelitian Penanggalan Arab Pra-Islam) oleh astronom Mesir, Mahmud Pasya al-Falaki (1815–1885 M). Penelitian falak/astronomi modern yang melacak posisi hilal dan konversi penanggalan masehi untuk menentukan ketepatan hari Senin pada tanggal 9 Rabiul Awal tahun 571 M.

Demikian ringkasan fakta dan informasi tentang Nabi Muhammad SAW yang penting kita ketahui, semoga dapat menjadi rujukan cepat untuk mengenal Nabi yang mulia dan menepis kisah-kisah atau anggapan yang tidak benar tentang kehidupan dan riwayat beliau SAW. Wallahu a’lam bishawab.

Semoga bermanfaat.


Kritik, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan di kolom komentar di bawah ini, in syaa Allah akan saya jawab atau tanggapi semampunya.

--Silahkan share dengan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *