Mengenal Nabi Muhammad SAW (1)

Disusun oleh: Bang Harta (Gapura.web.id/Islam)

Artikel ini dibuat untuk menyajikan fakta sejarah dan ilmiah tentang Nabi Muhammad SAW secara ringkas, dihimpun dari berbagai sumber/kitab yang masyhur dan muktabar (diakui).

Artikel 1

Artikel 2

Artikel 3

Artikel 4


Tanggal Lahir

Umumnya (jumhur ulama) mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah (sekitar 571 M).

Hari Senin didasarkan pada hadis sahih riwayat Muslim no. 1162, ketika Nabi ditanya tentang puasa hari Senin:

“Itu adalah hari di mana aku dilahirkan, dan hari di mana aku diutus atau diturunkannya wahyu kepadaku.”

Tanggal 12 Rabiul Awal didasarkan pada kitab:

  • As-Sirah An-Nabawiyyah karya Ibnu Hisyam.
  • Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir.
    Ibnu Katsir menyebutkan: “Dan inilah pendapat yang masyhur di kalangan jumhur (mayoritas) ulama.”
  • Al-Fiqh Al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam asy-Syafii serta kitab Fiqh us-Sirah karya Dr. Muhammad Said Ramadan Al-Buthi.

Tetapi penelitian historis yang dipadukan dengan ilmu falak (astronomi) modern untuk melacak hari Senin pada bulan Rabiul Awal di Tahun Gajah menyimpulkan tanggal 9. Kitab rujukannya:

  • Ar-Rahiq Al-Makhtum (Sirah Nabawiyah yang memenangkan penghargaan internasional) karya Syaikh Safiurrahman Al-Mubarakpuri.
    Beliau menegaskan: “Nabi SAW lahir pada pagi hari Senin, tanggal 9 Rabiul Awal tahun Gajah, bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April 571 M.”

Penelitian ini awalnya dipelopori oleh seorang ahli astronomi terkemuka asal Mesir bernama Mahmud Pasya al-Falaki, yang kemudian banyak disepakati oleh sejarawan modern murni karena ketepatan hitungan hari Senin di tahun tersebut.


Jarak dari Nabi Isa AS

Nabi Isa AS hidup di awal tahun Masehi, yaitu 1 M, maka jarak ke tahun 571 M (kelahiran Nabi Muhammad SAW) adalah 570 tahun (menurut kalender Masehi).

Namun ada hadis sahih Bukhari no. 3948 di mana sahabat Salman Al-Farisi RA menyebutkan: “Jarak waktu antara Isa dan Muhammad SAW adalah enam ratus tahun.”

Dalam Fathul Bari (kitab penjelasan Shahih Bukhari) karya Al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani dijelaskan bahwa angka 600 tahun ini dihitung berdasarkan tahun Qamariyah (kalender bulan).

Dalam Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir, beliau mengutip pendapat dari Qatadah dan beberapa ulama lainnya yang menyebutkan jaraknya adalah 560 tahun atau 570 tahun. Ibnu Katsir menulis: “Adapun riwayat dari Salman (600 tahun) mencakup hitungan yang lebih umum atau menggunakan sistem penanggalan yang berbeda.”

Dalam Tarikh al-Umam wal-Muluk (biasa dikenal sebagai Tarikh ath-Thabari) karya Imam Ibnu Jarir ath-Thabari, beliau membahas berbagai riwayat mengenai masa jeda (fatrah) ini dan menyebutkan angka di kisaran 569 tahun berdasarkan kronologi peristiwa sejarah dunia.


Tempat Lahir

Nabi Muhammad SAW lahir di sebuah rumah di dalam kawasan perkampungan kuno suku Quraisy, yang dikenal sebagai Syu’ab Bani Hashim (Lembah Bani Hasyim), di kota Makkah Al-Mukarramah. Rumah tersebut awalnya adalah milik ayah beliau, Abdullah bin Abdul Muttalib.

Saat ini, rumah kelahiran Nabi Muhammad SAW (Bayt al-Mawlid) tersebut masih ada, dekat kompleks Masjidil Haram, namun pada tahun 1950-an telah dialihfungsikan oleh Pemerintah Arab Saudi menjadi sebuah perpustakaan umum yang diberi nama Maktabah Makkah Al-Mukarramah (Perpustakaan Makkah Al-Mukarramah).

Jika Anda ke Masjidil Haram, keluar melalui area Safa dan Marwah (tempat Sa’i) lalu berjalan ke arah timur sekitar 400–500 meter, Anda akan menemukan sebuah bangunan tunggal berlantai dua yang berdiri di area terbuka.


Tempat dan Waktu Wafat

Nabi Muhammad SAW wafat pada waktu duha hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah. Dalam kalender Masehi, tanggal ini bertepatan dengan 8 Juni 632 M.

Berbeda dengan tanggal kelahiran beliau yang diperdebatkan, tanggal wafatnya Rasulullah SAW pada 12 Rabiul Awal ini disepakati oleh mayoritas mutlak ulama tarikh (sejarah Islam), termasuk Ibnu Ishaq, Ibnu Hisyam, dan Ibnu Katsir (Al-Bidayah wan Nihayah).

Beliau wafat di Madinah Al-Munawwarah, persisnya di atas pangkuan istri beliau, Aisyah binti Abu Bakar RA, di dalam kamar (hujrah) Aisyah.

Sesuai dengan hadis bahwa para nabi dimakamkan di tempat mereka wafat, Rasulullah SAW kemudian dimakamkan di tempat itu juga (di dalam kamar Aisyah).

Seiring perluasan Masjid Nabawi yang dilakukan dari masa ke masa, kamar Aisyah tersebut kini berada di dalam kompleks Masjid Nabawi dan ditandai oleh Kubah Hijau (Al-Qubbah Al-Khadra) yang bisa kita lihat dari luar masjid saat ini.


Umur Nabi

Umur Nabi SAW adalah 63 tahun menurut perhitungan kalender Hijriyah, namun jika dikonversi ke kalender Masehi maka umur Nabi SAW adalah 61 tahun (Wafat 632 M – Lahir 571 M = 61 tahun).


Penyebab Wafat

Secara medis-manusiawi, Rasulullah SAW wafat karena sakit demam parah yang diderita selama kurang lebih 13 hingga 14 hari. Namun, para ulama menjelaskan ada dua faktor yang melatarbelakangi sakitnya beliau:

  • Sakit Demam Tinggi: Menjelang wafatnya, Rasulullah mengalami migrain (sakit kepala) dan demam yang sangat tinggi hingga beliau harus dikompres dengan air dari 7 kantong kulit yang berbeda agar suhunya turun (Shahih Bukhari, No. 4442).
  • Efek Racun Khaibar: Sakit parah ini juga dipicu oleh sisa racun yang pernah dikonsumsi beliau beberapa tahun sebelumnya. Pada tahun 7 H (Pascaperang Khaibar), seorang wanita Yahudi bernama Zainab binti Al-Harits menyajikan daging domba yang telah dibubuhi racun mematikan kepada Nabi.

Meskipun saat itu Nabi langsung memuntahkannya setelah mendapat wahyu bahwa daging itu beracun, efek racun tersebut ternyata mengendap dan merusak organ tubuh beliau secara perlahan. Dalam Shahih Bukhari (No. 4428), Aisyah RA menceritakan bahwa menjelang wafatnya, Nabi SAW bersabda:

“Wahai Aisyah, aku masih merasakan perihnya makanan (beracun) yang aku makan di Khaibar dahulu. Dan sekaranglah saatnya aku merasakan urat nadiku seakan terputus karena racun tersebut.”

Oleh karena itu, para ulama seperti Ibnu Mas’ud dan Al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani menyimpulkan bahwa Allah SWT menghendaki Nabi Muhammad SAW wafat dalam kondisi Syahid akibat efek racun dari musuhnya, sekaligus melengkapi kemuliaan beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul utusan-Nya.


(Bersambung ke Artikel-2)


Kritik, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan di kolom komentar di bawah ini, in syaa Allah akan saya jawab atau tanggapi semampunya.

--Silahkan share dengan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *